Tak ku sangka sebuah pelarian menghasilkan sesuatu yang tak aku duga. Aku kira pelarianku dan persembunyianku di desa akan lebih aman. ternyata ada yang sudah mengintip aku dari kejauhan dan menjadikanku sasaran cintanya. kalau aku tak pikir panjang ini kampungnya orang aku bakalan tolak mentah - mentah. tapi untuk menjaga nama baikku sendiri, keluarga serta nama baik almamater aku open" aja. kalemku timbul waktu di desa. desa yang penuh dengan kenagan...Rambunan nama desanya. terdiri dari 6 jaga. dan aku juga meyda tinggal di jaga IV, di atas puncak ararat dan sangat berlimpah dengan sinyal. Ketika mereka yang lain dengan susah payah mencari sinyal di penginapannya masing - masing kita dengan mudahnya mendapatkan sinyal. hoho ^^
ternyata kedatangan kami di desa cukup menarik perhatian warga di sana..mulai dari anak-anak sampai pada orang tua yang boleh di bilang "oma dan opa". pada awalnya mereka tak mengerti siapa kami dan untuk apa kami di desa ini. tapi seiring waktu yang berjalamn dan terbilang cukup singkat membawa kami dekat dengan warga di desa ini. tapi aku cukup bersyukur karena kami cukup di terima di desa ini dan menjadi perhatian seluruh warga di desa ini, terlebih karena kedatangan tamu dari negeri Holland Simone and Brigit. dan rasa syukur itu masi terus berlanjut keluar dari hati aku ketika kami telah pulang dalam waktu tiga minggu saja, karena jika lebih lama kami di sana, kami bisa di minta untuk kwain dengan para pemuda desa sana...hahahhahaha
asut pada di asut. ternyata banyak anak muda desa yang ngefans ma kita-kita. wew...minggu pertama aja semua anak-anak udah pada teriak minta pulang. masuk minggu kedua, tak ku sangka ada pemuda desa yang nekat cari no hpku dan nelpon aku walalu malam sudah semakin larut. cek pada di cek ternyata pemuda jemaat di kampung itu. wew, males aku jadinya, tapi aku tangapi semuanya dengan santai. ternyata benar dugaanku selama ini, hanya berani di mulut saja. hanya mau mencintai diriku saja tanpa keberanian untuk memperjuangkanya di depan orang Tuaku. mental kerupuk...kenekatannya menciut dengan sentakan orang - orang di dekatku...haha..baru gitu udah menyerah apalagi nanti menghadapi masalah besar? mungkin bisa lari terbirit -birit tanpa ekor...wahahahhahahahhaha...kasian tu orang. mendigan ga usah lanjutin dari pada mentalmu makin hancir dengan sentakan aja???wew...aku takut kamu akan truma dengan kejadian ini dan akan ikat komitmen yang ngak - ngak. he
Tidak ada komentar:
Posting Komentar